Selasa, 12 Maret 2013

HUJAN JANUARI

Tulisan yang sebenernya telat banget buat diposting, tapi daripada jadi sekedar sampah, lebih baik tetep gue posting.. *kekeuh mode on* So cekidot..

Bertemu lagi dengan rintik, gerimis, dan hujan. Kali ini di bulan Januari. Bulan pembukaan, dimana harapan baru mulai ditanam. Rencana-rencana baru mulai dirancang dan diperhitungkan. Semakin hari debitnya makin deras, membasahi dedaunan, tanah lapang dekat rumah, kebun kecil di tepi jalan, juga sawah-sawah yang masih tersisa di pinggiran wilayah sub urban. Kasihan yang tinggal sisa itu pun harus terancam gagal panen karena terendam banjir. 

Macet? Ah sudah biasa. Pastinya berkorelasi dengan banjir tadi, karena ribuan mobil dan motor berjejalan cari jalan alternatif . 

Sedang apa ya gubernur baru pagi ini? Untuk pertamakalinya beberapa hari ini dia harus pusing menyaksikan langsung di depan matanya, 2 penyakit ibu kota negara , yaitu macet dan banjir. Semoga Tuhan segera beri dia ide untuk mengobati 2 penyakit itu. Orang Indonesia tidak suka tunggu lama-lama. Ingin perubahan tapi selalu maunya instant. Kalau lama bisa-bisa si gubernur langsung diklaim tidak becus kerja. Padahal hakikatnya manusia apapun jabatannya, entah itu gubernur atau presiden tetaplah hanya manusia biasa. Punya cita-cita yang positif tapi bukan malaikat ataupun jin dari timur tengah yang bisa sempurna bikin proyek roro jonggrang sukses dalam waktu singkat..

Rabu, 19 September 2012

Kalut

Kembalikan aku ke dunia nyata, lalu ikat pada sebatang pohon, agar aku tak bisa kembali bermain-main dengan impian yang bodoh..

Aku tak bisa petik bintang, karena kenyataannya aku tak setinggi letaknya..

Kadang aku berdoa untuk sesuatu yang aku tak siap saat Tuhan menjawabnya, lalu aku sedih..tapi tak juga menjadi jera..

Hidup sering kali seolah-olah mengajakku bercanda, sayangnya tak semua candanya mampu membuatku tertawa..

Aku ini si idealis, tapi begitu pengecut untuk menerima bahwa langit tak selamanya biru benderang..

Menjadi bingung atas perhitungan-perhitunganku sendiri, sesungguhnya menggelikan, karena hidup memang bukan tentang angka-angka yang kupijit di kalkulator..

Keberanianku digerogoti, digerogoti bisikan-bisikan yang tetap terdengar bahkan saat aku sudah sumpal kedua telinga ini dengan kedua tanganku..

Panca indera seolah-olah sudah tak lagi patuh, karena fikiran pun sudah berjelajah sendiri..

Lalu aku bisa apa saat semuanya terasa tak sepakat, bahkan bertanya pada Tuhan pun aku takut..  

Sabtu, 28 Juli 2012

Meniti Gelap


Sinyal-sinyal itu bergelantungan. Tidak beri petunjuk, hanya menambah kecemasan.
Saat aku berpikir di tengah malam, melayang-layangkan lamunan. Menggerak-gerakan kaki ke kanan dan ke kiri, bernafas tanpa rencana-rencana pasti.
Bosan aku menanti cerita, menebak akan seperti apa nanti.
Setelah rehat panjang, harus segera kumulai lagi apa yang sempat tertunda. Meskipun hanya akan seperti yang kemarin.
Namun rasanya lebih menyenangkan saat ada yang ditunggu, saat ada yang kuharap. Agar duniaku tidak semakin pipih digilas nasib, nasib burukku yang datar..

Sikap


Saat kita tak lagi sepikiran,
untuk sesuatu yang aku sebut keyakinan ..
Jangan kau hakimi aku,
itu bukan tugasmu..
Jalani jalan itu,
tanpa harus mengecilkan logika ku..
Label di pundak,
itu hanya sebuah cerita..
Cerita akan berganti,
seiring awan bergerak membentuk polanya yang berbeda-beda..
Tapi keyakinan ini,
abadi sampai aku mati..

Kamis, 07 Juni 2012

“Susahnya Jadi Perempuan”


Susahnya jadi perempuan..
Kalo culun gak ditemenin, kalo gaul dan seksi dibilang murahan..

Susahnya jadi perempuan..
Kalo jual mahal dibilang belagu, kalo terlalu welcome dibilang gampangan..

Susahnya jadi perempuan..
Kalo cantik tapi gak pinter dibilang modal tampang doang, kalo sukses dan punya karir gemilang dibilang menyalahi kodrat..

Susahnya jadi perempuan..
Kalo lemah dibilang manja, kalo mandiri dibilang sok kuat..

Susahnya jadi perempuan..
Kalo nolak pemberian dibilang gak menghargai, kalo gampang nerima dibilang matrealistis..

Susahnya jadi perempuan..
Kalo baik hati dibilang suka ngasih harapan, kalo tegas dibilang kelainan..

Dan untuk segala kesusahan itu, mari para perempuan kita bersulang!!! Hahaha..

Selasa, 29 Mei 2012

Perspektif


Mungkin tidak ada yang percaya kalau aku bisa menerima semua situasi ini, mungkin orang-orang disekelilingku akan mencibir dan berkata “Dia Pasti Menyesal” saat melihat aku melenggang di jalan lurus sambil tersenyum, ‘sendirian’. Namun hidup ini, perasaan yang berkecamuk di dalam hatiku, kenyataannya memang hanya aku sendiri yang paling bisa memahaminya. Aku mungkin pernah berbohong, bahkan seringkali berbohong. Tapi bukan berarti aku menikmatinya, apalagi membohongi perasaanku. Rasanya sungguh tidak enak. Membuat keningku basah oleh peluh, membuat tidurku tidak tenang sepanjang malam.  Konsentrasiku pecah tiap kali ada bisikan di sela-sela kegiatanku yang mengingatkan kalau aku berhak bahagia dengan caraku.  Bahwa aku tidak perlu jadi orang lain hanya demi membuat mereka yang tidak tau apa-apa tentang perasaanku tersenyum. Lalu bisikan itu sekali lagi mengingatkan, “Mereka bukan orang-orang yang sudi bertanggunjawab saat ternyata dunia menyadarkan kalau pengorbananmu yang satu itu kali ini bukan tindakan yang paling tepat dalam hidupmu”. Tapi dari segala tindakan yang pernah aku coba lakukan untuk memuaskan orang lain ataupun diriku sendiri, akhirnya kini sementara waktu aku bisa merasa lega. Bukan hanya karena aku melihat orang-orang yang pernah mampir meramaikan cerita hidupku sudah menemukan kebahagiaan yang memang mungkin sudah sepantasnya mereka dapatkan, tapi juga karena ternyata aku tidak menyesali pendirianku.

Apapun yang orang-orang katakan atau pikirkan tentangku saat ini sebetulnya bukan lagi masalah besar, toh satu pendirian memang sudah jauh-jauh hari aku ambil. Doa tulusku untuk orang-orang baik ataupun jahat yang pernah ada dalam hidupku juga cukup aku dan Tuhan yang tau, dan semoga Tuhan tidak hanya tau tapi juga mengabulkannya untukku. Aku sungguh percaya siapapun makhluk di muka bumi ini, Tuhan telah menyiapkan satu buah kebahagiaan terbaik untuknya. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur secara kasat mata oleh manusia biasa sepertiku ataupun seperti kalian…

“Happiness comes when you believe in what you are doing, know what you are doing, and love what you are doing.” – Brian Tracy

Senin, 28 Mei 2012

Build Your Self-Confidence


Rasa percaya diri atau biasa kita dengar dengan sebutan “PD”, adalah salah satu modal yang sangat kita butuhkan untuk menjadi pribadi yang sukses. Mengapa demikian, karena berawal dari perasaan tersebut kita jadi berani melakukan sebuah aksi yang kadang  hasilnya bisa sangat spektakuler. Namun pasti banyak dari kita yang belum mengetahui apa saja jenis-jenis rasa percaya diri yang perlu kita miliki untuk menaklukan tantangan di luar sana, yuk kita intip penjelasannya!
  1. Self-concept : tentang bagaimana kita menyimpulkan diri kita secara keseluruhan, bagaimana kita melihat potret diri kita secara keseluruhan, bagaimana kita mengkonsepsikan diri kita secara keseluruhan.
  2. Self-esteem : tentang sejauh mana kita memiliki perasaan positif terhadap diri kita, sejauh mana kita punya sesuatu yang kita rasakan bernilai atau berharga dari diri kita, sejauh mana kita meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri kita.
  3. Self-efficacy : tentang sejauh mana kita punya keyakinan atas kapasitas yang kita miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana kita meyakini kapasitas kita di bidang yang kita kuasai dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
  4. Self-confidence: sejauhmana kita punya keyakinan terhadap penilaian kita atas kemampuan kita dan sejauh mana kita bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy.
Pada kenyataannya tidak semua orang beruntung dilahirkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi, ada juga dari sebagian kita yang hari-harinya dipenuhi rasa minder, rendah diri, takut gagal dan lain sebagainya. Contohnya seperti adik-adik kita yang belakangan kerap diberitakan media televisi berkaitan dengan  aksi mencoteknya saat ujian nasional. Hal tersebut jelas-jelas membuktikan bahwa mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah, karena tidak yakin dengan hasil pekerjaannya sendiri. Namun jangan khawatir dulu, rasa percaya diri itu sangat mungkin dipupuk dan ditingkatkan dalam diri, untuk itu berikut ini tips-tipsnya.

1.    Positif Thingking
Selalu berpikir positif dan jangan berpikir negatif terhadap apa yang ada pada diri, tanamkan keyakinan bahwa kita lebih baik dari apa yang kita pikirkan.
2.    Afirmasi Positif Diri Sendiri
Selalu memberi penegasan positif kepada diri sendiri, dengan demikian akan merangsang conscious mind (pikiran sadar) dan sub-concious mind (pikiran bawah sadar) yang mampu meningkatkan keyakinan kita dalam melakukan tindakan.
3.    Bergaul dan Perbanyak Membaca Buku-Buku Positif
Cari dan temukan lingkungan yang dapat membantu rasa percaya diri berkembang, juga perbanyak membaca buku-buku positif ataupun buku-buku tentang motivasi.
4.    Tentukan Tujuan
Tentukan arah dan tujuan hidup dengan membuat goal-goal kecil yang akan mengantarkan kita mencapai tujuan tersebut, karena sebuah goal besar merupakan rangkaian dari goal-goal kecil yang telah dicapai.
5.    Hindari Penundaan
Jangan menunda untuk melakukan suatu tindakan, karena dengan tindakan akan membuat keyakinan semakin kuat.
6.    Belajar dari  Kegagalan
Sikapilah kegagalan dengan bijaksana, karena tidak masalah seberapa sering kita gagal, yang penting seberapa sering kita untuk bangkit dari kegagalan tersebut. 

If you hear voice within you say “you cannot paint”  Then by all means paint, and that voice will be silenced.. _Vincent Van Gogh_