Sinyal-sinyal itu bergelantungan. Tidak beri petunjuk,
hanya menambah kecemasan.
Saat aku berpikir di tengah malam, melayang-layangkan
lamunan. Menggerak-gerakan kaki ke kanan dan ke kiri, bernafas tanpa
rencana-rencana pasti.
Bosan aku menanti cerita, menebak akan seperti apa nanti.
Setelah rehat
panjang, harus segera kumulai lagi apa yang sempat tertunda. Meskipun hanya
akan seperti yang kemarin.
Namun rasanya
lebih menyenangkan saat ada yang ditunggu, saat ada yang kuharap. Agar duniaku
tidak semakin pipih digilas nasib, nasib burukku yang datar..
